Update PES 6, Game PC, Android apk, Software Ringan, Film, Tutorial dan Informasi

Anekdot Hukum Jaman Sekarang

by ardias irfan , at 11:16 am , have 0 komentar
hukum jaman sekarang

Suatu hari di sebuah negara, ada seorang Penjual Sayur yang muak dengan pemerintahan negaranya. Dia berpikir mungkin saat pemilihan mereka ( pemimpin ) memberi kita sedikit rejeki yang agaknya menambah penghasilan berdagang, tapi saat mereka ( pemimpin ) terpilih, untuk makan sekeluarga setiap harinya serba kekurangan. Bahan pangan naik, kabutuhan rumah tangga naik, semua serba naik, entah apa yang dilakukan para pemimpin di meja pemerintahannya, pikir Penjual Sayur.

Suatu ketika saat rakyat yang sudah benar-benar muak akan kinerja pemimpinnya, mereka mengadakan demo besar-besaran untuk melengserkan jabatan pemimpinnya. Masyarakat dari semua kalangan di terjunkan demi kesejahteraan mereka, termasuk Si Penjual Sayur. Mereka berbondong-bondong mendatangi gedung pemerintahan dalam jumlah yang sangat banyak. Semua kegiatan di negara itu seolah terhenti, karena hampir semua rakyatnya turun ke jalan untuk berdemo.

Pemimpin yang mendengar bahwa dia akan dilengserkan jabatannya, langsung bertindak dengan menurunkan pasukannya untuk mencegah, menangkap, dan menghukum rakyat yang tidak patuh pada aturannya. Senjata yang dibawa Pasukan Pemimpin ternyata membuat para pendemo untuk mundur, karena senjata yang dibawa Pasukan pemimpin bagaikan sedang bertempur dengan musuh demi negaranya bukannya mengingatkan pendemo atau mengusir pendemo secara manusiawi. Jelas para pendemo kalah pasukan dan senjata, dan akhirnya mereka berlarian menyelamatkan diri agar tidak tertangkap Pasukan Pemimpin. Sangat banyak rakyat yang tertangkap dalam aksi demo besar-besaran ini termasuk Si Penjual Sayur tadi.

Dia ditanya kenapa dia ikut demo dan kenapa tidak tunduk kepada Pemimpin saja. Penjual Sayur dengan tenang menjawab "Saya hanya ikut-ikutan saja, sesungguhnya saya tidak ingin mengikuti demo ini" kata Penjual Sayur membela diri. "Lalu siapa yang mengajak kamu sampai berani-beraninya ingin melengserkan Pemimpin, ha?" tanya Pasukan Pemimpin dengan tegasnya. "Dia Petani Sayur, saya sering membeli sayur kepadanya untuk saya jual kembali dan saya diberi tahu agar ikut dalam demo besar-besaran yang akan melengserkan Pemimpin." jelas Penjual Sayur. Si Penjual Sayurpun dibebaskan karena pembelaanya, tapi Petani Sayur menjadi buron Pasukan Pemimpin.

Petani Sayur kaget ketika membuka pintu rumahnya, ternyata yang datang Pasukan Pemimpin dan Petani Sayurpun dibawa ketempat penyidikan untuk di tanya siapa dalang dari demo melengserkan Pemimpin ini. "Anda dituduh sebagai pengumpul masa dalam demo ini, apa itu benar?" tanya Pasukan Pemimpin. Petani Sayur yang tidak terima atas tuduhan itu langsung membela diri, "Itu tidak benar, saya hanya menyampaikan informasi saja kepada masyarakat agar mereka ikut demo melengserkan Pemimpin." pembelaan Petani Sayur. Pasukan Pemimpin langsung bertanya "Lalu siapa yang memberi Anda informasi seperti itu?". "Mandor saya yang memberi informasi tersebut" atas pembelaanya Petani Sayur dibebaskan dari hukuman, tapi Mandor Petani Sayur sedang diburu para Pasukan Pemimpin.

Setelah menangkap Mandor dan membawanya ke tempat penyidikan, Pasukan Pemimpin bertanya "Apakah benar Anda yang menyebarluaskan informasi kepada masyarakat agar ikut demo melengserkan Pemimpin?". Mandor dengan pintar menjawab "Sebenarnya saya hanya orang suruhan untuk menyebarluaskan informasi agar pendemo yang datang nantinya banyak dan sanggup melengserkan pemimpin, tapi ternyata kami kalah jumlah dengan kalian". "Siapa yang menyuruh Anda? Biar kami tangkap orang itu!!" gertak Pasukan Pemimpin. "Dia Pencari Masa" Mandor menjawab. Akhirnya Mandor juga dibebaskan karena dia pintar membela diri.

Seperti yang sudah-sudah, Pasukan Pemimpin menangkap dan menyidik Pencari Masa yang dituduh Mandor telah memberi informasi untuk mengajak semua rakyat berdemo menentang pemerintahan. Tapi sayangnya Pencari Masa tidak sepintar para pendemo yang tertangkap Pasukan Pemimpin. Walhasil Si Pencari Masa dihukum atas tuduhan menjadi sumber informasi bagi masyarakat agar ikut demo. Banyak juga yang dihukum selain Pencari Masa. Pemimpin yang tahu siapa-siapa saja penyebab kegaduhan ini langsung menyuruh pasukannya untuk menyita aset-asetnya dan memenjarakan semua orang yang terbukti bersalah.

Suatu ketika saat Pasukan Pemimpin akan memenjarakan Si Pencari Masa, dia kebingungan untuk memasukan Pencari Masa ke penjara karena pintu penjara yang sempit dan pendek sedangkan Pencari Masa bertubuh tinggi dan besar. Pasukan Pemimpin juga tidak bisa menyita aset-aset Pencari Masa karena perlu diketahui ternyata Pencari Masa hanyalah pengamen yang tidak punya harta benda yang melimpah. Pemimpin memarahi pasukannya yang tidak becus dalam menghukum orang "Bodoh sekali kalian ini, kalau begitu cari orang yang kecil, pendek, dan mempunyai harta untuk disita!!". Pasukan Pemimpin tidak ambil pusing dan langsung mencari orang yang kecil, pendek dan mempunyai harta untuk disita sebagai pengganti Si Pencari Masa yang bertubuh tinggi, besar dan tidak mempunyai harta.

Akhirnya orang yang bertubuh kecil, pendek dan mempunyai harta menjadi korban kebodohan hukum di negaranya. Dia dihukum seperti puluhan orang yang lainnya ( mungkin nasib puluhan orang lainnya pun seperti nasib orang yang bertubuh kecil, pendek dan mempunyai harta ). Mereka disidang dihadapan masyarakat di negara itu, termasuk Penjual Sayur, Petani Sayur, Mandor dan Pencari Masa melihat jalannya sidang ini. Hakim membacakan putusannya "Mereka ini adalah provokator, mereka harus dihukum dan dimiskinkan, apakah kalian setuju?". Masyarakat yang datang serentak menjawab setuju!! Si Hakim pun mengetok palunya.

orang kecil berharta di hukum

Kesimpulan:
Dari cerita yang panjang di atas menunjukkan betapa mudahnya hukum jaman sekarang ditipu oleh pembelaan tersangka, sehingga banyak orang dengan kejahatan yang berat akhirnya tidak dihukum berkat kapintarannya dalam membela diri. Kepintarannya itu membuat orang lain dibodohkan akan hukum dan peradilan dengan Motto jaman sekarangnya "Siapa cerdas dia bebas". Apakah itu benar??

Jangan lupa like dan share.

ardias irfan
Anekdot Hukum Jaman Sekarang - written by ardias irfan , published at 11:16 am, categorized as Informasi . And have 0 komentar
No comment Add a comment

> Berkomentarlah sesuai dengan topik yang dibahas
> Jangan memberi link aktif saat berkomentar
> Dilarang promosi suatu produk saat berkomentar
> Gunakan ID saat berkomentar
> Selamat berkomentar dan terimakasih karena telah berkomentar

Cancel Reply
GetID
//go.ad2up.com/afu.php?id=618162
Copyright ©2015 Ardias Blog
Theme designed by Damzaky - Published by Proyek-Template
Powered by Blogger
-->